Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2023

Aku dan Kamu

  Dulu sedekat hidung dan mulut sekarang asing bagaikan hilang di tengah hutan. Waktumu luang untuk ku dan aku pun begitu.   Waktu itu, dulu. Bahkan sulit dilupakan rasa dan kenangannya. Ketika itu, sebelum kita telah usai. Bagiku seperti baru kemarin kita berkenalan. Memulai obrolan dengan topik ringan, Pesan yang panjang hingga memakan banyak waktu. Semua itu bagiku seperti baru kemarin. Nanti, ketika masanya telah tiba. Waktu yang tepat telah datang, aku akan memberitahu semua rahasia padamu. Rahasia tentangmu, dulu. Mungkin bukan rahasia lagi. Karena kamu akan tahu sebentar lagi.  Kamu, senang bisa dekat denganmu untuk waktu yang lama. Menghabiskan banyak jam untuk bertukar pesan dengan topik yang tak jelas membuat bibirku terukir senyuman.  Aku selalu ingin menjadi arah matamu memandang. Namun sepertinya aku terlalu berharap. Sapaanku akan segera berlalu. Karena, aku tak akan pernah ada artinya dimata mu.  Kau tau, wangi parfum dan kacamata matamu selalu me...

Waktu

Gambar
Seratus kali push up tidak memberikan ku rasa lelah ketika melihat laki-laki tengil itu sedang bermain dengan anak balita. Rasa hangat langsung menjalar di hatiku. Aku bukan perempuan yang senang dengan laki-laki yang tahu bahwa dirinya rupawan atau pintar dan sok sibuk tanpa diakui tapi mengakui sendiri. aneh rasanya. Laki-laki yang berhasil membawa ku hanyut tenggelam ke lautan wilayahnya, menarik ku untuk segera lepas dengan masa lalu.  Memberi ku warna baru dibuku harian ku. Mengenal lebih dalam rasa suka dan cinta, sekaligus memberi senyuman baru di masa yang baru. Sayang, sayangnya waktu kamu dan aku sangat sebentar. walau sebentar mengapa kesannya sangat mengantar? mengantar kesenangan dan kesedihan bersamaan. Waktu tolong beri aku kesempatan, kesempatan memberhentikan jam-mu agar dirinya tak pergi sebelum aku siap tanpa keberadaanya.

Gagal

Gambar
         Walau waktu sudah berjalan jauh, hati dan pikiranku selalu terbayang akan cita-cita yang ku impikan dahulu. Impian yang gagal untuk dilanjutkan. Terbayang karena aku masih ada rasa berharap. Berharap walau mustahil. Titik ini sudah terlalu jauh untuk menggapai kembali cita-cita ku itu.  Selain iri karena mengharapkan cinta, hadir iri dalam mencapai impian. Rasanya seolah bersaing dengan teman, yang nyatanya tentu aku sudah kalah telak.  Takdirku selalu melenceng dari keinginan. Aku tahu yang terbaik untukku, tapi tuhan lebih tahu.  Berapa kali aku harus selalu ikhlas, berapa kali aku harus sabar dan mengalah. Kapan takdir dan karma baik datang pada ku. Aku juga ingin tersenyum tulus dengan lepas. Tuhan, sebenarnya kamu ingin menjadikan aku apa?

Sebentar

Gambar
Menginjakan kaki di sekolah menjadi tak ada rasanya. Hanya ada perasaan hampa.   Pergi ke sekolah dengan keadaan kamu telah lulus dari sekolah ini sangat melilit hati. Sepi. Senyumku yang sebelumnya merekah lebar menjadi pahit.  Hati, hati ku sudah dijelma oleh rasa nyaman dengan keberadaanmu. Melihatmu tersenyum bersama teman-temanmu itu sudah menjadi makanan ku setiap hari. Sangat indah.  Kedatanganmu di sekolah sangat sangat ku nanti. Banyaknya orang di keramaian pun, aku tetap tahu mana punggungmu.  Senang bisa mengenal mu. Walau kamu sudah memiliki hati lain dan kenyataan itu sedikit menyakiti ku, aku tak masalah. Aku hanya senang, senang bisa mengenal mu, senang bisa berada di dekatmu, senang ketika kita bisa saling mengenal, senang bisa melihat senyum mu yang menjadi semangat ku setiap hari-nya. Kak, boleh minta waktunya sebentar lagi?