Sampai Mati
Aku selalu percaya, bahwa setiap kejahatan akan menemukan jalannya untuk kembali. Begitu pula dengan luka yang ditanamkan seseorang ia tak pernah hilang, hanya menunggu waktu untuk berbalas. Tapi anehnya, hatiku menolak. Aku tidak rela jika semesta benar-benar menimpakan luka padamu. Meski kau pantas mendapatkannya, meski kau telah menanam duri di dadaku, aku tetap tidak rela. Mungkin aku bodoh. Atau terlalu cinta. Atau mungkin, aku hanya belum berdamai dengan kehilangan yang kau tinggalkan. Kau jahat. Kau jahat. Kau jahat. Aku ulang agar semesta tahu, aku tidak sedang berlebihan. Apa yang kau lakukan benar-benar jahat. Sakit. Sakitnya tak tertulis dalam kamus manusia. Sakit yang tak bisa diterjemahkan oleh bahasa apa pun. Kenapa kau tega? Kau datang membawa perhatian yang tak pernah aku rasakan sebelumnya, lalu pergi tanpa jejak, tanpa alasan, tanpa penjelasan. Seolah dunia ini hanya milikmu seorang. Kau lupa, di sudut bumi ya...