Waktu
Seratus kali push up tidak memberikan ku rasa lelah ketika melihat laki-laki tengil itu sedang bermain dengan anak balita. Rasa hangat langsung menjalar di hatiku.
Aku bukan perempuan yang senang dengan laki-laki yang tahu bahwa dirinya rupawan atau pintar dan sok sibuk tanpa diakui tapi mengakui sendiri. aneh rasanya.
Laki-laki yang berhasil membawa ku hanyut tenggelam ke lautan wilayahnya, menarik ku untuk segera lepas dengan masa lalu.
Memberi ku warna baru dibuku harian ku. Mengenal lebih dalam rasa suka dan cinta, sekaligus memberi senyuman baru di masa yang baru.
Sayang, sayangnya waktu kamu dan aku sangat sebentar. walau sebentar mengapa kesannya sangat mengantar? mengantar kesenangan dan kesedihan bersamaan.
Waktu tolong beri aku kesempatan, kesempatan memberhentikan jam-mu agar dirinya tak pergi sebelum aku siap tanpa keberadaanya.

Komentar
Posting Komentar