Aku dan Kamu
Dulu sedekat hidung dan mulut sekarang asing bagaikan hilang di tengah hutan. Waktumu luang untuk ku dan aku pun begitu. Waktu itu, dulu. Bahkan sulit dilupakan rasa dan kenangannya. Ketika itu, sebelum kita telah usai. Bagiku seperti baru kemarin kita berkenalan. Memulai obrolan dengan topik ringan, Pesan yang panjang hingga memakan banyak waktu. Semua itu bagiku seperti baru kemarin. Nanti, ketika masanya telah tiba. Waktu yang tepat telah datang, aku akan memberitahu semua rahasia padamu. Rahasia tentangmu, dulu. Mungkin bukan rahasia lagi. Karena kamu akan tahu sebentar lagi. Kamu, senang bisa dekat denganmu untuk waktu yang lama. Menghabiskan banyak jam untuk bertukar pesan dengan topik yang tak jelas membuat bibirku terukir senyuman. Aku selalu ingin menjadi arah matamu memandang. Namun sepertinya aku terlalu berharap. Sapaanku akan segera berlalu. Karena, aku tak akan pernah ada artinya dimata mu. Kau tau, wangi parfum dan kacamata matamu selalu me...