Postingan

Lampu Kuning

Pernah ada sebuah kalimat yang mengatakan  “Aku sakit, tetapi ketika aku melihatnya, aku sembuh.” Dahulu aku menganggap kalimat itu berlebihan, terlalu dramatis dan terkesan dibuat-buat.  Namun ternyata, kalimat itu benar-benar dapat hadir dalam hidupku. Dari yang awalnya tidak saling mengenal,  perlahan berubah menjadi seseorang yang begitu dekat. Seseorang yang kehadirannya terasa seperti pelindung,  seakan memiliki sayap yang menaungi dari berbagai hal yang menyakitkan. Di dekatnya, aku merasa baik-baik saja.  Atau setidaknya… aku merasa demikian. Ada kehangatan yang sulit dijelaskan. Seperti menemukan tempat pulang dalam diri seseorang, tempat untuk bersandar tanpa banyak pertanyaan, tempat yang terasa aman tanpa perlu diminta. Namun di balik itu semua, terdapat sesuatu yang diam-diam menakutkan.  Pada saat yang sama,  aku menyadari bahwa semua ini juga dapat menjadi sesuatu yang berbahaya. Bukan karena dirinya,  melainkan karena dir...

Sampai Mati

Aku selalu percaya,  bahwa setiap kejahatan akan menemukan jalannya untuk kembali. Begitu pula dengan luka yang ditanamkan seseorang  ia tak pernah hilang, hanya menunggu waktu untuk berbalas. Tapi anehnya, hatiku menolak.  Aku tidak rela jika semesta benar-benar menimpakan luka padamu.  Meski kau pantas mendapatkannya,  meski kau telah menanam duri di dadaku, aku tetap tidak rela. Mungkin aku bodoh.  Atau terlalu cinta. Atau mungkin, aku hanya belum berdamai dengan kehilangan yang kau tinggalkan. Kau jahat.  Kau jahat. Kau jahat. Aku ulang agar semesta tahu, aku tidak sedang berlebihan. Apa yang kau lakukan benar-benar jahat. Sakit.  Sakitnya tak tertulis dalam kamus manusia. Sakit yang tak bisa diterjemahkan oleh bahasa apa pun. Kenapa kau tega? Kau datang membawa perhatian yang tak pernah aku rasakan sebelumnya,  lalu pergi tanpa jejak, tanpa alasan, tanpa penjelasan. Seolah dunia ini hanya milikmu seorang. Kau lupa, di sudut bumi ya...

RAJA ARAB

  Seluruh penjuru dan pemimpin dunia tentu tahu siapa sosok Raja Arab yang terkenal itu. Raja yang dikenal sebagai sosok pemimpin yang religius, tegas, adil dan karismatik. Kehidupan dalam lingkungan keluarga yang disiplin membuatnya memiliki sifat yang tegas dan adil dalam menegakkan hukum, baik itu terhadap kaum elit maupun rakyat biasa. Dia adalah yang mulia Raja Salman.  Tapi, di punjuru negara lain juga ada seorang yang hidup dengan nama Salman. Salman yang pernah menulis sedikit kedalam cerita hidup orang lain. Hidup seorang perempuan yang memiliki arti nama seorang ‘Ratu’. Sejak pertama kali mata sang Ratu melihat lingkungan baru, lingkungan yang bukan daerah aman bagi sosok kedudukannya.  Matanya tertuju langsung kepada seorang Raja yang lebih dahulu datang ketempat itu, Salman. Bisa dibilang Ratu langsung menaruh hati dalam pandangan pertama, namun dirinya masih tidak mau mengakuinya. Kata Ratu, dimana pun Salman berada matanya selalu, selalu, dan selalu tertuju ...

SANG RAJA DAN TAHTA

  Pada kenyataanya perasaan ini tak berubah bahkan pindah dari tempatnya saja tidak. Bagaikan raja yang memiliki kedudukan tahta yang berkuasa. Seolah semua hal bahkan Keputusan berbalik lagi padanya. Orang baru yang muncul menambah cerita di hidupku saja Bagai angin yang berembus melewatiku. Bahkan   b ukannya membuatku berpaling dari raja , ia  malah semakin membuatku mengingat sang raja.    Seolah yang harusnya sang raja merasa terancam karna tahtanya akan direbut oleh orang lain, ia tidak bahkan tak terusik. Sang raja yang perkasa tanpa mengeluarkan tenaga atau pasukan untuk menyerang pesaingnya justru semakin merengkuh Kerajaan hatiku. Rakyat bertanya, apakah sang raja memiliki seorang penyihir untuk mempertahankan kekuasaanya?    Keperkasaan sang raja juga terbukti dari banyaknya tuan putri dari berbagai  wilayah ingin memperebutkan hatinya. Tapi nyatanya belum ada satupun putri yang terdengar bisa meluluhkannya. Raja yang memiliki otak cerd...

Aku dan Kamu

  Dulu sedekat hidung dan mulut sekarang asing bagaikan hilang di tengah hutan. Waktumu luang untuk ku dan aku pun begitu.   Waktu itu, dulu. Bahkan sulit dilupakan rasa dan kenangannya. Ketika itu, sebelum kita telah usai. Bagiku seperti baru kemarin kita berkenalan. Memulai obrolan dengan topik ringan, Pesan yang panjang hingga memakan banyak waktu. Semua itu bagiku seperti baru kemarin. Nanti, ketika masanya telah tiba. Waktu yang tepat telah datang, aku akan memberitahu semua rahasia padamu. Rahasia tentangmu, dulu. Mungkin bukan rahasia lagi. Karena kamu akan tahu sebentar lagi.  Kamu, senang bisa dekat denganmu untuk waktu yang lama. Menghabiskan banyak jam untuk bertukar pesan dengan topik yang tak jelas membuat bibirku terukir senyuman.  Aku selalu ingin menjadi arah matamu memandang. Namun sepertinya aku terlalu berharap. Sapaanku akan segera berlalu. Karena, aku tak akan pernah ada artinya dimata mu.  Kau tau, wangi parfum dan kacamata matamu selalu me...

Waktu

Gambar
Seratus kali push up tidak memberikan ku rasa lelah ketika melihat laki-laki tengil itu sedang bermain dengan anak balita. Rasa hangat langsung menjalar di hatiku. Aku bukan perempuan yang senang dengan laki-laki yang tahu bahwa dirinya rupawan atau pintar dan sok sibuk tanpa diakui tapi mengakui sendiri. aneh rasanya. Laki-laki yang berhasil membawa ku hanyut tenggelam ke lautan wilayahnya, menarik ku untuk segera lepas dengan masa lalu.  Memberi ku warna baru dibuku harian ku. Mengenal lebih dalam rasa suka dan cinta, sekaligus memberi senyuman baru di masa yang baru. Sayang, sayangnya waktu kamu dan aku sangat sebentar. walau sebentar mengapa kesannya sangat mengantar? mengantar kesenangan dan kesedihan bersamaan. Waktu tolong beri aku kesempatan, kesempatan memberhentikan jam-mu agar dirinya tak pergi sebelum aku siap tanpa keberadaanya.

Gagal

Gambar
         Walau waktu sudah berjalan jauh, hati dan pikiranku selalu terbayang akan cita-cita yang ku impikan dahulu. Impian yang gagal untuk dilanjutkan. Terbayang karena aku masih ada rasa berharap. Berharap walau mustahil. Titik ini sudah terlalu jauh untuk menggapai kembali cita-cita ku itu.  Selain iri karena mengharapkan cinta, hadir iri dalam mencapai impian. Rasanya seolah bersaing dengan teman, yang nyatanya tentu aku sudah kalah telak.  Takdirku selalu melenceng dari keinginan. Aku tahu yang terbaik untukku, tapi tuhan lebih tahu.  Berapa kali aku harus selalu ikhlas, berapa kali aku harus sabar dan mengalah. Kapan takdir dan karma baik datang pada ku. Aku juga ingin tersenyum tulus dengan lepas. Tuhan, sebenarnya kamu ingin menjadikan aku apa?