Lampu Kuning
Pernah ada sebuah kalimat yang mengatakan “Aku sakit, tetapi ketika aku melihatnya, aku sembuh.” Dahulu aku menganggap kalimat itu berlebihan, terlalu dramatis dan terkesan dibuat-buat. Namun ternyata, kalimat itu benar-benar dapat hadir dalam hidupku. Dari yang awalnya tidak saling mengenal, perlahan berubah menjadi seseorang yang begitu dekat. Seseorang yang kehadirannya terasa seperti pelindung, seakan memiliki sayap yang menaungi dari berbagai hal yang menyakitkan. Di dekatnya, aku merasa baik-baik saja. Atau setidaknya… aku merasa demikian. Ada kehangatan yang sulit dijelaskan. Seperti menemukan tempat pulang dalam diri seseorang, tempat untuk bersandar tanpa banyak pertanyaan, tempat yang terasa aman tanpa perlu diminta. Namun di balik itu semua, terdapat sesuatu yang diam-diam menakutkan. Pada saat yang sama, aku menyadari bahwa semua ini juga dapat menjadi sesuatu yang berbahaya. Bukan karena dirinya, melainkan karena dir...