Handsaplas (Gumilang dan Cinta)nya)

 


 

Sore hari yang cerah, sekolahku sedang melakukan kegiatan futsal. 

 

“Eh ada yang punya handsaplas enggak?”

 

 Ucap gumilang di depan kami.

 

“Enggak Gum”

 

Jawab teman yang ada di sebelahku. Aku juga ikut menjawab tapi hanya dengan suara yang sangat kecil. Aku sangat sibuk dengan handphone ku, jadi aku tak memperhatikannya. Aku mendongak kedepan melihat Gumilang yang sedang duduk istirahat dengan kaki yang diluruskan. Sepertinya kaki nya benar-benar sakit.

 

Aku bergegas pergi keluar sekolah untuk menuju warung. Iya, aku ingin membeli handsaplas untuk Gumilang. Aku kembali dengan handsaplas yang ku taruh di kantung rok, lalu ku masukan kedalam tas seolah aku memang membawa handsaplas itu dari rumah. 

 

“Eh ternyata aku bawa handsaplas deh”

 

Kusuarakan pada mereka. Hanya basa basi saja. Aku menghampiri Gumilang yang duduk di depan dan memberinya handsaplas tanpa mengucapkan kata apapun. Gumilang menoleh.

 

“Ohh ini dia, makasih yaa”

 

Tanpa menjawab aku langsung duduk kembali ketempat semula. Teman-teman Gumilang ikut berkumpul dan duduk di lantai yang berada tepat di depan tempat duduk ku untuk beristirahat. Gumilang pun juga turut ikut duduk di lantai sambil memakai handsaplas dariku. Dia menoleh dan berkata.

 

“Makasih yaaa, Cinta”

 

Cinta? Iya, Cinta. Itu namaku.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampai Mati

Aku dan Kamu

Waktu