Gagal
Walau waktu sudah berjalan jauh, hati dan pikiranku selalu terbayang akan cita-cita yang ku impikan dahulu. Impian yang gagal untuk dilanjutkan.
Terbayang karena aku masih ada rasa berharap. Berharap walau mustahil. Titik ini sudah terlalu jauh untuk menggapai kembali cita-cita ku itu.
Selain iri karena mengharapkan cinta, hadir iri dalam mencapai impian. Rasanya seolah bersaing dengan teman, yang nyatanya tentu aku sudah kalah telak.
Takdirku selalu melenceng dari keinginan. Aku tahu yang terbaik untukku, tapi tuhan lebih tahu.
Berapa kali aku harus selalu ikhlas, berapa kali aku harus sabar dan mengalah. Kapan takdir dan karma baik datang pada ku. Aku juga ingin tersenyum tulus dengan lepas.
Tuhan, sebenarnya kamu ingin menjadikan aku apa?

Komentar
Posting Komentar