Sebentar
Menginjakan kaki di sekolah menjadi tak ada rasanya. Hanya ada perasaan hampa.
Pergi ke sekolah dengan keadaan kamu telah lulus dari sekolah ini sangat melilit hati. Sepi. Senyumku yang sebelumnya merekah lebar menjadi pahit.
Hati, hati ku sudah dijelma oleh rasa nyaman dengan keberadaanmu. Melihatmu tersenyum bersama teman-temanmu itu sudah menjadi makanan ku setiap hari. Sangat indah.
Kedatanganmu di sekolah sangat sangat ku nanti. Banyaknya orang di keramaian pun, aku tetap tahu mana punggungmu.
Senang bisa mengenal mu. Walau kamu sudah memiliki hati lain dan kenyataan itu sedikit menyakiti ku, aku tak masalah. Aku hanya senang, senang bisa mengenal mu, senang bisa berada di dekatmu, senang ketika kita bisa saling mengenal, senang bisa melihat senyum mu yang menjadi semangat ku setiap hari-nya.
Kak, boleh minta waktunya sebentar lagi?

Komentar
Posting Komentar