RAJA ARAB

 Seluruh penjuru dan pemimpin dunia tentu tahu siapa sosok Raja Arab yang terkenal itu. Raja yang dikenal sebagai sosok pemimpin yang religius, tegas, adil dan karismatik. Kehidupan dalam lingkungan keluarga yang disiplin membuatnya memiliki sifat yang tegas dan adil dalam menegakkan hukum, baik itu terhadap kaum elit maupun rakyat biasa.

Dia adalah yang mulia Raja Salman. 


Tapi, di punjuru negara lain juga ada seorang yang hidup dengan nama Salman. Salman yang pernah menulis sedikit kedalam cerita hidup orang lain. Hidup seorang perempuan yang memiliki arti nama seorang ‘Ratu’. Sejak pertama kali mata sang Ratu melihat lingkungan baru, lingkungan yang bukan daerah aman bagi sosok kedudukannya. 


Matanya tertuju langsung kepada seorang Raja yang lebih dahulu datang ketempat itu, Salman. Bisa dibilang Ratu langsung menaruh hati dalam pandangan pertama, namun dirinya masih tidak mau mengakuinya. Kata Ratu, dimana pun Salman berada matanya selalu, selalu, dan selalu tertuju padanya. Tempat yang dahulu bukan tempat nyaman untuk Ratu, kini menjadi tempat yang cukup hangat dengan kehadiran Salman. 


Lambatnya waktu, ternyata rasa itu makin terikat, erat mengakar. Lagi dan lagi Ratu takut untuk mengungkapkan, bahkan sekedar untuk memulai percakapan. Sampai tiba waktu Raja Salman harus keluar dari tempat itu. Bukan ingin meninggalkan tapi memang keharusan. Sebelum terlambat sang Ratu akhirnya memberanikan diri, memulai dengan cara yang dia bisa. Dibilang terlambat mungkin bisa masih ada waktu, tapi dibilang punya waktu sepertinya sudah terlambat. Walau Ratu sekarang sendiri di tempat itu. Kenangan dan harumnya masih tertinggal. 


Dahulu, Ratu pernah menuliskan

“Kak boleh minta waktunya sebentar lagi?” mungkin kalimat itu adalah ucapan manis yang pas untuk disampaikan kepada Raja Salman.


Daerah yang asing dan buruk tidak begitu menyeramkan jika ada seseorang yang menghalang kegelapan itu. Apalagi jika seseorang itu adalah ‘Raja Salman’


Terimakasih, 

Dari Ratu untuk Raja ‘Salman’


“Himalaya-Maliq & D’essentials”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampai Mati

Aku dan Kamu

Waktu